
Ambon, Gatra.com - Akademisi Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Febby J. Polnaya menyebutkan, pengembangan pangan lokal di Maluku seperti sagu dan umbi-umbian, sangat membutuhkan juga campur tangan dari dunia industri.
"Kebanyakan pelaku usaha pangan lokal di Maluku, merasa cukup dan menerima kondisi yang ada sekarang ini. Sudah tidak mau digenjot dan tidak berinovasi. Itu yang menjadi kendala pengembangan pangan lokal di daerah ini. Kondisinya akan lebih baik, jika ada campur tangan dunia industri demi pengembangan pangan lokal Maluku ini," ujar Febby kepada Gatra.com di Ambon, Kamis (13/2/2020).
Menurut pengajar pada jurusan Teknologi Hasil Pertanian Faperta Unpatti ini, mereka yang menggeluti pangan lokal di Maluku, umumnya memiliki pengetahuan yang terbatas.
"Misalnya untuk yang usaha pangan lokal sagu, perlu sosialisasi pada mereka agar tahu bahwa sagu bisa dikembangkan seperti apa saja. Kemudian misalnya akses dari industri gimana. Sebab sejauh pengamatan saya, industri tidak atau katakanlah belum campur tangan sampai ke pangan lokal," paparnya.
Oleh sebab itu, kata Febby, menjadi tanggung jawab kalangan perguruan tinggi untuk ikut membantu.
"Yang juga paling penting adalah sosialisasi soal perizinan. Sebab selama ini mereka berpikir untuk apa urus ijin, toh selama ini mereka bis menjual hasil produk dari pangan lokalnya," terangnya.
Reporter: Tiara Melinda
Editor: Zairin Salampessy
"lokal" - Google Berita
February 13, 2020 at 08:09PM
https://ift.tt/2SqnuRa
Pangan Lokal di Maluku Butuh Campur Tangan Dunia Industri | Milenial - Gatra
"lokal" - Google Berita
https://ift.tt/2nu5hFK
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Pangan Lokal di Maluku Butuh Campur Tangan Dunia Industri | Milenial - Gatra"
Post a Comment